Conte Tak Sabar Hadapi Mantan Pemainnya Di Timnas Italia

Antonio ConteLaga melawan AS Roma di Liga Champions sepertinya akan jadi kesempatan buat pelatih Chelsea, Antonio Conte, untuk bereuni dengan para mantan anak asuhnya di tim nasional Italia.

Bersama Antonio Conte, Italia sempat menjadi sorotan dengan permainan yang sangat atraktif di Piala Eropa 2016. Walaupun bukan salah satu tim unggulan, mereka bisa mengalahkan kesebelasan Belgia di fase grup dan Spanyol di babak 16 besar.

Setelah event sepakbola terbesar di Eropa itu berakhir, Conte memutuskan mengakhiri kontraknya dan berlabuh ke Chelsea dengan misi membawa The Blues kembali ke papan atas setelah hancur-hancuran di musim 2015/2016.

Musim pertamanya berjalan dengan sangat gemilang usai mengantarkan Chelsea juara Premier League dan kembali ke Liga Champions. Perjalanan The Blues sejauh ini masih sempurna di fase grup Liga Champions dan selalu menang dalam dua laga pertama.

Dalam laga ketiga, Chelsea akan menjamu AS Roma di Stamford Bridge, Kamis (19 Oktober 2017) dinihari WIB. Pertemuan ini sekaligus jadi ajang reuni Conte dengan mantan anak asuhnya di squad Gli Azzurri , yakni Daniele De Rossi, Stephan El Shaarawy, serta Alessandro Florenzi.

“Dari dulu saya kagum dengan Daniele De Rossi. Saya cukup beruntung bisa melatihnya, Alessandro Florenzi, dan Stephan El Shaarawy. Saya merinding ketika mengingat kembali masa-masa bersama timnas Italia,” kata Conte seperti dikutip situs resmi Roma.

“Daniele De Rossi adalah seorang pesepakbola luar biasa yang membuat keputusan untuk menghabiskan seluruh kariernya di AS Roma, seperti hanya Fransesco Totti: sebuah keputusan yang diambil oleh pemain hebat dan orang-orang hebat,” sambung Antonio Conte.

“Saya tak sabar bertemu dengan Daniele De Rossi, Stephan El Shaarawy, dan Alessandro Florenzi. Menurut saya, mereka hanya akan menjadi musuh saya selama 90 menit. Saya tidak akan lupa dengan apa yang sudah mereka berikan selama dua tahun saat saya bersama timnas Italia dan pada saat-saat yang sangat menyenangkan ketika di Piala Eropa,” kata Antonio Conte.