Matahari Willian Kembali Bersinar

Buat Willian musim ini menghadirkan dua sisi: yang satu perasaan duka yang mendalam, namun di sisi lainnya adalah perasahaan bahagia. Yang pasti adalah ia merasa matahari yang dulu redup kini sudah bersinar lagi.

Willian menyebut ini sebagai tahun yang paling berat dalam hidupnya. Ya, ia memang sudah berhasil menjuarai Premier League bersama Chelsea. Tapi di sisi lain, ia sudah ditinggalkan oleh ibunda tercinta untuk selamanya.

Pada bulan Oktober lalu Willian ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh Donna Zee, sang ibu, yang terkena tumor otak. Ini berimbas negatif ke penampilan di atas lapangan serta kondisi fisik dari pemain 28 tahun itu. Baru beberapa bulan terakhir ini saja ia mulai bangkit.

Akhir pekan ini pun Willian punya kesemptan untuk menambah gelar juara di musim 2016/2017, ketika Chelsea berhadapan dengan Arsenal di final Piala FA. Maka walaupun awan kelabu penuh duka masih menggelayut, Willian ingin terus maju maju. Apalagi dia merasa matahari yang dulu redup sekarang sudah kembali bersinar.

“Ini adalah salah satu saat-saat terberat yang saya alami dalam karier saya. Semua orang tahu apa yang terjadi pada ibu saya,” ungkap Willian dalam wawancara bersama London Evening Standard.

“Sangat berat bagi saya untuk bermain sepakbola setelah ibu saya meninggal dunia. Saya sangat terpuruk dan secara fisik saya merasa tak enak. Berat badan saya turun hampir 4 kilogram. Yang saya makan masih sama, tapi saya tidak tahu apa yang sedang terjadi.”

“Tentu saja ada masa-masa dimana saya tidak ingin makan karena memikirkan banyak hal. Itu karena saya merasa sangat terpukul atas apa yang saya alami ketika itu, secara mental saya merasa sangat tidak baik.”

“Sekarang musim ini saya seperti ada di dua sisi. Yang satu terasa sangat sulit, tapi sisi lainnya sudah luar biasa karena Chelsea telah meraih sebuah trofi dan kami berharap menambah satu lagi. Saya merasa matahari kini sudah bersinar lagi.”

“Saya masih berusaha untuk melalui semua ini dengan melaluinya hari ke hari, tapi saya selalu berusaha melihat ke depan, bukan ke belakang,” tuturnya.